Mari kitorang berbagi cerita tentang halut, untuk jadi pengobat rindu bagi yang di rantau dan menjadi tempat curhat torang semua.

Archive for December, 2008


Halmahera Utara

USIA boleh muda, tetapi peran dalam sejarah dunia perlu diperhitungkan. Sebagian wilayah kabupaten yang baru mekar tanggal 23 Februari 2003 berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2003 ini pernah ikut andil dalam sejarah Perang Dunia II. Salah satu wilayahnya, Pulau Morotai (2008 sudah jd kabupaten pemekaran), menjadi saksi bisu dalam pertempuran antara tentara Jepang dan sekutu yang dikomandani Amerika Serikat. Pada zaman Perang Dunia II, pulau ini menjadi pangkalan militer pasukan Amerika Serikat.

SISA-sisa peninggalan perang, seperti meriam, benteng, dan senapan, masih dapat dijumpai di pulau ini. Namun, sayang, sisa-sisa peninggalan itu sudah jarang ditemui karena oleh masyarakat setempat barang tersebut dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan. Rongsokan senjata dilebur menjadi kerajinan besi putih yang dihiasi mutiara.

Lokasi peninggalan Perang Dunia (PD) II ini berpotensi menjadi tempat pariwisata unggulan. Sampai sekarang, ada beberapa mantan tentara PD II yang bernostalgia mengenang keterlibatan mereka di Halmahera. Peninggalan PD II di antaranya Pulau Sum-Sum tempat persembunyian Jenderal Douglas MacArthur, panglima perang tentara sekutu, dan Pulau Bobale di Kecamatan Kao.

Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara memiliki potensi pariwisata bahari. Gugusan Pulau Dodola, Kokoya, Ngele-Ngele di Kecamatan Morotai memiliki pantai pasir putih, ikan hias, dan terumbu karang. Wisata pantai terdapat di Pantai Kupa-Kupa di Kecamatan Tobelo Selatan, Pantai Luari di Kecamatan Tobelo. Telaga Duma dan Telaga Makete di Kecamatan Galela, Telaga Lina di Kecamatan Kao, dan Telaga Paca di Kecamatan Tobelo. Bagi penggemar olahraga selam, Pulau Morotai memiliki taman laut yang indah untuk dinikmati. Namun, sampai saat ini potensi pariwisata bahari di Halmahera Utara belum dikelola dengan baik.

Potensi utama Kabupaten Halmahera Utara diperoleh dari perkebunan dan jasa. Penduduk Halmahera Utara bergantung pada pertanian, terutama perkebunan kelapa dan cengkeh. Luas areal perkebunan kelapa tahun 2002 sebesar 47.900 hektar dengan produksi 68.500 ton. Kecamatan Tobelo, Tobelo Selatan, dan Galela paling banyak menghasilkan komoditas kelapa.

Pengolahan kelapa selama ini terbatas pada produk kopra. Produk dalam bentuk kopra dibawa ke Surabaya melalui Pelabuhan Tobelo. Di sana komoditas ini diolah lebih lanjut menjadi minyak kelapa.

Rempah-rempah seperti cengkeh juga menjadi andalan kabupaten. Sepertiga luas areal dan produksi cengkeh di Kabupaten Maluku Utara disumbang oleh Kabupaten Halmahera Utara. Kecamatan Morotai Selatan, Malifut, dan Kao merupakan produsen terbesar di Halmahera Utara. Pada tahun 2002 areal tanaman cengkeh 2.667 hektar dengan produksi 494 ton.

Sebanyak 78 persen wilayah Halmahera Utara terdiri atas perairan. Oleh karena itu, potensi perikanan wilayah ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Lokasi strategis penangkapan ikan berada di perairan Tobelo, Tobelo Selatan, Morotai, Teluk Kao, dan Laut Maluku. Jenis ikan yang terdapat di perairan Halmahera Utara di antaranya pelagis besar seperti cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna (Thunus spp), layaran (Isthiophorus spp), dan lemadang (Coryphaena spp). Jenis pelagis kecil juga banyak dijumpai, seperti ikan layang, kembung, teri, selar, dan julung-julung. Jenis ikan demersal seperti kakap merah, pisang-pisang, baronang, dan jenis ikan ekonomis tinggi seperti kerapu sunu dan kerapu bebek juga banyak dijumpai dari hasil tangkapan nelayan Halmahera Utara.

Komoditas perikanan lain seperti kepiting kenari, cumi-cumi, mutiara, dan ubur-ubur atau lebih dikenal dengan nama jelly fish banyak dijumpai di perairan Teluk Kao. Di perairan Morotai, nelayan banyak mendapatkan lobster bambu, batik, dan mutiara. Rumput laut, teripang pasir, teripang lotong, dan teripang hitam juga sering dijumpai.

Produksi perikanan Kabupaten Halmahera Utara tahun 2002 sekitar 16.700 ton. Kecamatan Tobelo dan Tobelo Selatan paling besar menyumbang produksi perikanan ini. Produk perikanan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal maupun bahan baku industri caning di beberapa daerah di luar Kabupaten Halmahera Utara, seperti Manado dan Jakarta. Pengapalannya dilakukan di Pelabuhan Tobelo untuk didistribusikan lebih lanjut ke daerah lain. Ada pula yang sampai dikapalkan ke Jepang.

Kabupaten Halmahera Utara juga memiliki potensi pertambangan. Nusa Halmahera Mineral (NHM), sebuah perusahaan pertambangan emas, sudah sejak tahun 1990-an melakukan eksploitasi emas di daerah Kao dan Malifut. Di kecamatan Loloda Utara, tepatnya di Pulau Doi, juga terdapat eksploitasi mangan. (Sumber: Kompas)

Penyakit Anak Kos

Merantau bagi orang halut sudah menjadi jamak pada saat ini, karena semakin banyak orang tua di halut mengirimkan anaknya untuk bersekolah di luar halut. Ini dilakukan oleh para ortu kita karena dorang punya harapan yang besar supaya torang bisa menjadi manusia halut yang cerdas, berwawasan luas, tidak sombong, suka menolong dan baik hati, panjang sabar dan besar kasih setianya…. wuih… gak segitunya kaleee… tapi intinya untuk membuat para anak, pemuda/pemudi halut memiliki masa depan yang cerah….

Namun ketika di rantau, torang sering menghadapi situasi dan kondisi yang tara biasanya, terkadang torang mengalami “syok” karena baru kali ini punya pengalaman hidup jauh dari kampung halaman, jauh dari ortu, jauh dari lingkungan yang familiar dengan torang. Keadaan ini dapat menimbulkan banyak masalah, salah satunya berupa “penyakit” yang gejalanya seperti ini:
• menyerang secara teratur tiap bulan, tapi bukan ‘datang bulan’;
• biasanya di tanggal tua; dan
• kondisi keuangan mengalami musim kering dan paceklik.

CARA MENGATASI:

Hubungi teman-teman terdekat… Punya teman di rantau itu penting, jadi cari itu tamang banya-banya (jang cari musuh e..) tapi dengan niat yang tulus, jangan dengan niat yang bulus, karena dari tamang-tamang yang tulus itu torang akan dapat pertolongan.

Pasang tampang menderita dan minta soft loan alias pinjaman tanpa bunga yang dibayar akhir bulan. Biasanya dengan dalih anak kosan, dorang kasiang dan cenderung tara tega. Tapi harap diingat, opsi ini hanya tersedia buat mereka yang agak-agak ‘thick face’ alias tebal, muka tembok.

Efek samping: kalo dilakukan setiap bulan, bisa menyebabkan anda mendapatkan gelar TUKANG NGUTANG!!! Dan mendapatkan sanksi sosial tentunya…

Stok mi instan, nah kalo talalu gengsi untuk ba utang, mungkin bisa pake siasat yang sudah terkenal dari jaman dulu ini, yaitu prinsip “kencangkan ikat pinggang”. Caranya, stok lemari anda dengan mie instan segala rasa. Kalo lapar menghadang, tinggal buka bungkusnya, rebus atau goreng dan santap.

Efek samping: terus-terusan makan mi instan bisa bikin saki puru.

Cara terakhir, telpon ortu… Ya.. namanya ortu pasti tara tega kalo dengar dong pe ana susa di rantau. Tapi pakailah ini sebagai pilihan terakhir. Ato klo pas pulang kampong, kase tunjuk tanda-tanda kurang gizi, di jamin ortu pasti tara tega, so kiriman bakal di kase nae.

Efek samping: kalo dilakukan setiap bulan bisa menyebabkan anda mendapatkan gelar ANAK TARA TAU DIRI… Ortu so karja karas, banting tulang, bahkan sampe jual kobong untuk memenuhi torang pe kebutuhan, tapi tiap bulan masi minta turus…

Ba utang, stok mi instan dan minta ortu adalah solusi pada saat situasi “GAWAT DARURAT”, situasi yang butuh penanganan segera yang sifatnya sesaat ato jangka pendek.

Karna torang tara bisa terus-menerus bagitu, maka torang juga harus siapkan solusi jangka panjang.

Solusi kacang panjang itu yang bgm?

Bukan “kacang” panjang tapi jangka panjang.

Bagini de pe carita:

Sebagai mahasiswa, kita juga pernah merasakan yang namanya krisis keuangan. Selalu merasa kurang bila mendapat kiriman dari ortu baik yang dikirim di awal, tengah atau akhir bulan, bolong lagi buat yang punya pacar pasti bakal kurang banget.. ya kan? Terutama cowo nih yang kadang suka gengsian kalo lagi jalan ma cewenya ga jajan bareng n ntraktir dia??

Mau minta lagi ma ortu tara tega, kecuali buat mahasiswa/i yg ortunya mampu. belum lagi adanya perasaan malu terhadap ortu sendiri sebagai anak yang “sudah” mencoba tuk belajar mandiri hidup jauh dari ortunya.

Tetapi rasa susah semakin hari semakin bertambah dengan semakin menipisnya jumlah kiriman yang sudah terpakai.

Kalo so mulai terdesak bagini, selalu muncul pemikiran macam-macam. ada yang punya pikiran “kayanya perlu nyari tambahan uang saku nih? kerja aja kali ya” atau “kayanya gw emang tara bisa ngatur uang sendiri nih” atau yang lebih parah lagi cuma merenungi nasib tanpa ada pemecahan masalah yang dihadapinya (ado.. jang sampe bagini e…. setidaknya lakukan sesuatu).

Sebetulnya kalo kita coba melihat mahasiswa/i yang berhasil memecahkan masalah ini tidak sedikit juga loh. Ada yang mencoba memecahkan masalah ini dengan membuka usaha (misalnya: jual voucer hp), mencari pekerjaan paruh waktu, jadi asisten dosen, ikut kegiatan mahasiswa (klo jadi panitia kan ada makan gratiz, lumaya… buat ganjal puru) dll.

Tapi menurut kita, bukan darimana torang mendapat tambahan uang saku tapi bagaimana torang mengelolanya. salah satu caranya adalah dengan cara membuat rencana penggunaan doi agar torang punya panduan dalam membelanjakannya. Lebe bagus lagi kalo panduan ini torang buat dalam bentuk tertulis. Langkah awal adalah buatlah anggaran sebelum menerima uang dari ortu. Dengan demikian torang mempunyai rencana bagaimana agar pengeluaran tara melebihi uang kiriman ortu. contohnya adalah sbb :

Dengan adanya rencana pengeluaran ini, diharapkan setiap pengularan dapat terkontrol dan terencana. Dari contoh tabel diatas pengeluaran dibagi 2 yaitu pengeluaran wajib dan tidak wajib. Prioritaskan terlebih dahulu pengeluaran wajib dengan mengutamakan tabungan, bayar kosan dan seterusnya. Dengan menabung di depan, diharapkan torang tidak kesulitan untuk menabung. Simpan tabungan ini untuk keperluan darurat. Jika ada keperluan mendadak yang tara terdapat dalam anggaran, seperti beli buku, fotocopy, dll ambilah dari pengeluaran tidak wajib (keperluan lain) atau bila perlu dari tabungan (not recommended).

Untuk memudahkan mengatur keuangan, gunakanlah sistem amplop. Simpan semua pengeluaran wajib dalam amplop dan beri nama sesuai pengeluaran wajibnya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pos pengeluaran satu dengan yang lain tara baku campur. Sedangkan untuk pengeluaran tidak wajib cukup dalam satu amplop saja.

Selanjutnya berusahalah menabung. Jangan pesimis melihat jumlahnya yang kacil. Hal yang terpenting adalah menumbuhkan kebiasaan menabung, jika sudah ta biasa, selanjutnya akan lebe mudah untuk meningkatkan jumlah setoran tabungan.

Demikianlah sekelumit tips yang bisa kita sampaikan… semoga bermanfaat untuk mengatasi “Penyakit”-nya anak kos.